Archive for the 'Realita' Category
agar hidup lebih hidup
Pukul satu malam hari ke-20 Ramadhan, mendampingi suami yang sedang bekerja, setelah menyusui anakku, yang baru berumur dua bulan, Jalu Pinilih adik dari Jati Pinatih. Apa kabarmu? hampir satu tahun aku tidak menulis dan menyapamu, sekarang aku lagi sibuk, sibuk sekali menata hidup yang lebih real agar hidup lebih hidup
Filed under: Cinta, Realita, Tuhan | 1 Comment
realita
Tersudut dalam bagian lingkar dunia
Di sebuah pojokan realita
Yang membuat ku tidak bisa berbuat apa-apa
Ketidak berdayaan ku , apresiasi dan pola pikir masyarakat
Dengan moral dan dalih-dalihnorma-norma nya
Menbuat aku tersudut , terisolisasi , dalam hingar bingar slogan-slogan moral yang di dengunkan oleh mereka kaum pemuka masyarakat bahkan pemuka agama
Ya aku sebagian kebobrokan dari sebuah keadaan
Tekanan hidup , [...]
Filed under: Realita | 3 Comments
pilu
para pamimpin sudah tidak lagi dapat di andal kan
sibuk dengan aksi menggalang massa
untuk melanggeng kan kekuasaan nya
sibuk cari uang untuk modal kampaye
entah uang apa yang di sunat
uang untuk jatah makan , jatah sekolah , jatah kesehatan rakyat kecil atau uang suap
yang pasti rakyat semakin menjerit kelaparan dan kesakitan
banyak tunas bangsa yang putus sekolah
dan kemiskinan rakyat [...]
Filed under: Realita | 1 Comment
mungkin…
Mungkin hidup memang penuh kejutan seperti ombak di laut
atau seperti malam dan siang , panas ,mendung dan hujan
Kita hanya tinggal menjalani saja suka atau tidak suka
Berulang kali kita tersandung , berdarah , menangis atau tertawa
Tapi hidup terus bergulir mungkin ini lah garis TUHAN
Sehebat apa pun kita ada yang lebih hebat dari kita
Pemberi peran ,hidup,jodoh,rejeki,dan kematian
Filed under: Realita | Leave a Comment
rindu akan masa kecil
terdiam sobat terhenyak akan hidup rindu akan masa kecil yang kita lewati main di sawah , kali , di lapangan sambil menggembala kambing-kambing bapak mu tertawa dengan lugu nya , polos tanpa di buat-buat kini masa itu tak pernah kembali lagi bahkan buat anak kita desa kita tidak seperti dulu lagi wajah nya sudah berubah [...]
Filed under: Realita | 2 Comments
hidup dalam ketidak beruntungan
terkapar dalam hidup diperempatan kota , di bahwa lampu setopan kuyuh muka mu menyapu harapan diantara hingar – bingar kotakotor , dekil , berkeringat , bau , setiap orang memandang mu diantara mobil – mobil mewah yangberjalan kencang diantara kemegahan mall kota diantara robot – robot kapital diri mu menggais rejeki pengemis kau bagian dari [...]
Filed under: Realita | Leave a Comment
salam setengah merdeka
salam setengah merdeka atau tidak merdeka sama sekali
diantara tangis dan derita bangsa kita yang ternyata belum merdeka
akan perlakuan saudara sendiri dan penyumbatan aspirasi
suara saudara kecil oleh saudara besar
sedang wadah-wadah saudara kecil kian tidak berkualitas
hanya berkoar-koar kebanci-bancian
seperti luwesnya tukang jamu saat menjajahkan jamunya
salam setengah merdeka atau tidak merdeka sama sekali
saat ibu pertiwi tidak dapat melindungi anaknya [...]
Filed under: Realita | Leave a Comment
dibawa kemana negeri ini?
paradigma sekelompok orang dimainkan
berdalih untuk perbaikan bangsa
dan pendidikan sadar berpolitik serta hukum bagi rakyat kecil
mantan-mantan anak presiden berebut kursi bekas tempat duduk bapaknya
rakyat terkotak-kotak dalam idealisme parpol masing-masing
politik semakin panas dan kotor
dan rakyat bukannya pintar tapi tambah bodoh
karena tidak sadar akan pembodohan yang terjadi
konsep pemilihan presiden secara langsung
bentuk penyelesaian masalah dengan masalah
parpol bukan menjual program [...]
Filed under: Realita | Leave a Comment
para miskin kota
di alun-alun kota ,kota malang
sekarang memang indah
tapi menyimpan luka
untuk mu para kaki lima
untuk mu para kupu-kupu liar ku
untuk mu rakyat kecil ku
para miskin kota
yang tak tahu gimana kabar mu setelah penggusuran itu
apa kabar sahabat masih kah kau dapat makan hari ini
atau sudah tiga hari perut mu kosong
maaf aku tak bisa lakukan apa-apa untuk mu
mungkin nanti [...]
Filed under: Realita | Leave a Comment
lirih piluh seorang ibu
jancok jancok jancok
di mana keadilan itu
saat ibu di pisah kan dengan anak nya
tanpa bisa melawan keadaan
hanya rasa kepasrahaan akan sebuah realita hidup yang suram dan hitam
pendidikan yang semakin mahal dan hanya menjadi milik orang kaya
di mana rakyat miskin hanya bisa memimpi kan nya
karena universitas negeri telah di swasta kan
harga susu , makanan bayi pun kini [...]
Filed under: Realita | Leave a Comment
